Tentang kamu hati yang berulang kali menguatkan diri. Aku minta kau akhiri saat ini juga. Kisah mu sebagai Tuan putri yang menunggu dia (bukan) pangeranmu.
Hei lihatlah, pangeran itu mempunyai pedang untuk melindungi tuan putrinya. Bukan untuk pajangan belaka.
Sadarkah bahwa cerita ini hanya kau yang menulisnya? Dan kau sendiri yang bercerita. Dia hanya pemeran tanpa karakter.
Tidak perlu takut kau akan kehilangan dia. Bukankah selama ini kau tidak pernah memilikinya?
Bangunlah dari dongeng yang menyedihkan ini.
Buatlah dirimu lebih berarti.
Hei lihatlah, pangeran itu mempunyai pedang untuk melindungi tuan putrinya. Bukan untuk pajangan belaka.
Sadarkah bahwa cerita ini hanya kau yang menulisnya? Dan kau sendiri yang bercerita. Dia hanya pemeran tanpa karakter.
Tidak perlu takut kau akan kehilangan dia. Bukankah selama ini kau tidak pernah memilikinya?
Bangunlah dari dongeng yang menyedihkan ini.
Buatlah dirimu lebih berarti.