Rasanya tidak sama seperti dahulu.
Bila berulang kali aku bisa membangun hubungan baru tiap kali putus. Kali ini berbeda.
Bukan karena terus memikirkan dia.
Atau pun karena masih menginginkannya.
Rasanya seperti biasa saja.
Tak ada yang istimewa jika harus berdua dan memiliki kekasih.
Hati kecil tak menginginkan itu.
Lebih bahagia seperti saat ini. Dan terlalu nyaman.
Mudah saja jatuh cinta setiap saat, tapi hati tak siap ketika diharuskan memilih.
Terkadang aku memilih melepas diperjuangkan.
Karena tak ada kepastian, kapan aku siap untuk memulainya lagi.
Jika ada yang bertanya "kenapa?"
Aku hanya bisa menjawab "entah lah".
Sekali pun aku jatuh cinta dan memutuskan memperjuangkannya, tetap saja hati ini ragu akan dipilih.
Sangat mudah bagi seseorang jatuh cinta. Namun untuk memahaminya tak semudah mengucap " aku jatuh cinta".
Aku tak minta kepada Tuhan untuk jatuh cinta saat ini, atau dipertemukan dengan jodoh secepatnya.
Aku hanya berharap apa yang aku alami bukan luka karena perasaan ku dulu yang dikecewakan berulang-ulang.
Sungguh melelahkan memendam luka. Memaksa hati bersikap biasa.
Bila berulang kali aku bisa membangun hubungan baru tiap kali putus. Kali ini berbeda.
Bukan karena terus memikirkan dia.
Atau pun karena masih menginginkannya.
Rasanya seperti biasa saja.
Tak ada yang istimewa jika harus berdua dan memiliki kekasih.
Hati kecil tak menginginkan itu.
Lebih bahagia seperti saat ini. Dan terlalu nyaman.
Mudah saja jatuh cinta setiap saat, tapi hati tak siap ketika diharuskan memilih.
Terkadang aku memilih melepas diperjuangkan.
Karena tak ada kepastian, kapan aku siap untuk memulainya lagi.
Jika ada yang bertanya "kenapa?"
Aku hanya bisa menjawab "entah lah".
Sekali pun aku jatuh cinta dan memutuskan memperjuangkannya, tetap saja hati ini ragu akan dipilih.
Sangat mudah bagi seseorang jatuh cinta. Namun untuk memahaminya tak semudah mengucap " aku jatuh cinta".
Aku tak minta kepada Tuhan untuk jatuh cinta saat ini, atau dipertemukan dengan jodoh secepatnya.
Aku hanya berharap apa yang aku alami bukan luka karena perasaan ku dulu yang dikecewakan berulang-ulang.
Sungguh melelahkan memendam luka. Memaksa hati bersikap biasa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar