Sabtu, 07 Februari 2015

Selamat Jalan Nek...

Kehilangan itu relatif..
Yap, tergantung kamu memaknainya.. 
Dan sekarang yang aku rasain, apa ini kehilangan??
Mungkin aku minggu besok belum terbiasa dengan semuanya, sejak kecil hidup dekat dengan kakek nenek, dan tiba-tiba mereka pergi.. 
Nenek tidak akan kembali, dan kakek tidak ditempat yang biasa ku temui..
Aku tidak marah kepada Tuhan atas apa yang terjadi, karena Dia telah mengambil orang-orang yang aku cintai lebih dulu dari pada aku.
Tapi pelajarannya adalah aku harus menghargai yang hidup, mencintai mereka, dan mendoakan mereka yang sudah pergi.. 
Aku tidak munafik, jika aku tidak menangis karena ini. 
Rasanya ada yang harus kugaris bawahi ketika aku melihat kakek berkemas akan pergi.. 
Yang kuingat ketika nenek dan kakek masih sehat, ketika aku pulang ku sempatkan menengok keadaan mereka, dan sesekali mengoceh '' ciee, cinta mati ne nini ne yaa''
aku merasa tercekik mengingat ini, bagaimana tidak? 
Besok aku hanya akan menemui dapur kosong, aku hanya akan menemui gelas teh terbalik bersih, aku tidak dapat mencium asap rokok yang dilinting (baca : dibuat) oleh tangan nenek, aku tidak lagi melihat sepasang kekasih yang duduk berdampingan saling menjaga dan mencintai satu sama lain.
Tuhan, aku tidak pernah siap ketika Engkau mengambil mereka, bagaimana bisa selama 21 tahun aku hidup berdampingan dg mereka, aku melupakan dalam sehari saja. 
Aku pasti lupa Tuhan ketika aku pulang, aku lupa mereka sudah Kau ambiil.. :(
Aku boleh memohon kan Tuhan??
Lapangkan dadaku, ikhlaskan hatiku, sayangi mereka seperti aku yang mencintai mereka, dan mengasihi mereka.. Jaga mereka agar tetap disurga ya Tuhan..
Ya Tuhan, andai ada kesalahan yang pernah mereka buat saat hidup, maafkan ya Tuhaan..  
amiin
Nenek pasti aku rinduu. 
Kakek, akan ku jenguk engkau ketika aku pulang.. 
Selamat jalan nek, semoga engkau tenang disana. 
Terimakasih sudah mengajariku banyak hal.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar