Ada beberapa sifat manusia di alam semesta yang luas ini.
Semua orang memiliki sifat dan karakter yang berbeda-beda..
Namun pada dasarnya manusia itu mempunyai sifat baik sejak dia lahir.
Tapi ini bukan tentang sifat.. ini tentang cerita yang akan segera terlupakan..
Hai.. masih ingatkah denganku? Sosok yang sangat menyebalkan bagimu..
Iya, aku adalah orang yang tiada lelahnya mencoba mengobrol denganmu.
Namun sekarang mulutku mulai berbusa, seakan aku bercerita kepada patung yang tak bisa bergerak dan tuli.
"Aku bukanlah anjing yang mampu menunggu tuannya hingga ia pulang berkelana".
Aku menunggumu di batas senja.
Aku menunggumu didekat jendela, mengintipmu pulang dengan senyuman. Setiap saat bertanya " kau dari mana?". Jarang ku dapatkan jawaban. Lebih sering kau diam lalu lenyap dari pandangan.
Aku menunggumu didekat jendela, mengintipmu pulang dengan senyuman. Setiap saat bertanya " kau dari mana?". Jarang ku dapatkan jawaban. Lebih sering kau diam lalu lenyap dari pandangan.
Aku rela dibodohkan oleh kawanku.
Tiap kau sakit, aku khawatir. Aku berusaha mengobatimu semampuku.
Tiap kau sakit, aku khawatir. Aku berusaha mengobatimu semampuku.
Mengompres keningmu, menunggu disamping mu hingga kurasa kau bisa kutinggalkan istirahat sendirian. Aku tahu ini terlihat modus, tapi aku cukup bodoh jika harus modus menjagamu hingga rela tidur dikarpet dan kedinginan. Setiap aku pulang, temanku mentertawakan apa yang aku lakukan.
Aku juga memiliki hati dan harga diri.
Setiap kali aku mencoba bertanya. Aku berfikir seribu kali.
Setiap kali aku mencoba bertanya. Aku berfikir seribu kali.
Merasa malu jika petanyaanku tak kau jawab. Karena bukan sekali kau melakukannya. Namun sangat sering.
Kau seolah tak mengenalku ketika dia datang, bahkan kau tidak meminta maaf atau hanya sekedar memperkenalkan dia kepada ku. Kau anggap itu angin lalu.
"Kau anggap aku tidak melihat apa-apa dan aku akan baik-baik saja."
Aku mulai lelah.
Aku sudah lelah. Aku ingin berhenti menjadi pemujamu.
Aku sudah lelah. Aku ingin berhenti menjadi pemujamu.
"Aku sering memintamu dari pemilik nyawamu seusai aku bersujud. Namun Tuhan tak kunjung memberi tanda. "
Hatiku semakin ragu. Seolah bukan lagi kau yang aku mau.
Aku sudah cukup bertahan.
Kau akan memintaku bertahan sejauh apa? Aku sekuat hati disampingmu. Walaupun kamu lebih sering tidak memperdulikan keberadaanku. Aku merasa tiada artinya.
Kau akan memintaku bertahan sejauh apa? Aku sekuat hati disampingmu. Walaupun kamu lebih sering tidak memperdulikan keberadaanku. Aku merasa tiada artinya.
Aku butuh jawaban.
Setiap aku mengatakan perasaanku kau hanya diam tanpa komentar. Kau pergi seolah yang kutanyakan adalah kematian. "Aku siapamu?" . Aku adalah teman. Temanmu disaat kau kesepian. Teman makan mu dikala kau malas makan. Kurir mu ketika kamu malas keluar makan karena hujan.
Setiap aku mengatakan perasaanku kau hanya diam tanpa komentar. Kau pergi seolah yang kutanyakan adalah kematian. "Aku siapamu?" . Aku adalah teman. Temanmu disaat kau kesepian. Teman makan mu dikala kau malas makan. Kurir mu ketika kamu malas keluar makan karena hujan.
"Aku bukanlah kacungmu. Aku ini perempuan yang menyukaimu. Perempuan yg berusaha menjaga hatimu."
Aku akan pergi.
Jika setelah kutanyakan kepastian kau menghilang. Aku hanya bisa menunggumu berulang kali. Mencoba menghitung bulir air mata setiap kali lelah ini menyerang.
Jika setelah kutanyakan kepastian kau menghilang. Aku hanya bisa menunggumu berulang kali. Mencoba menghitung bulir air mata setiap kali lelah ini menyerang.
Aku terus menguatkan diri, jika suatu saat nanti engkau akan datang dengan membawa kotak cincin pengikat ikrar suci. Tapi aku harus segera sadar, bahwa aku yang tergila-gila denganmu.
"Aku tidak akan meninggalkanmu seburuk apapun kamu. Namun aku akan pergi karena keinginanku."
Aku adalah luna.
Setiap aku lelah, ku menulis sepenggal kalimat menceritakan kisah luna dan kesepiannya.
Itu adalah caraku untuk meredam sepi dan sakitnya memahamimu. Dan itu melelahkan.
Setiap aku lelah, ku menulis sepenggal kalimat menceritakan kisah luna dan kesepiannya.
Itu adalah caraku untuk meredam sepi dan sakitnya memahamimu. Dan itu melelahkan.